Fakultas Pertanian Unri-GAPKI Riau Gelar Seminar Nasional II Kelapa Sawit

02/11/2018 09:01:52

Fakultas Pertanian Unri bersama Gapki Riau gelar seminar nasional kelapa sawit. Muncul wacana pembentukan prrguruan tinggi khusus sawit.

Riauterkini-PEKANBARU-Fakultas Pertanian Universitas Riau bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau menggelar Seminar Nasional II Kelapa Sawit sekaligus expo yang diikuti banyak perusahaan, akademisi, asosiasi petani kelapa sawit di Hotel Pangeran, 24-25 Oktober 2018.

Dalam kegiatan yang bertema "Penguatan Sumber Daya Manusia dan Peluang Usaha Industri Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Unggulan Daerah yang Berkelanjutan" hadir puluhan Pemakalah yang merupakan Akademisi Spesialisasi Kelapa Sawit.

Ketua Panitia Seminar, Ir. Sukemi Indra Saputra M.BA,M.Si mengatakan pemakalah utama dari berbagai pemangku kepentingan. Bahkan ada yang dari Malaysia dan Singapura. Diantaranya yang menjadi pembicara kunci adalah Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman M.P. yang diwakili oleh Dirjend Perkebunan Bambang, Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Dirjen Penanganan Masalah Agraria Permanfaatan Ruang dan Tanah, Raden Agus Bagus Wijayanto S.H, M.Hum, Direktur Karir, Kemahasiswaan, dan SDM Kementrian Riset dan Teknologi-DIKTI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh M.Pd, M.A. Selanjutnya Dirjen Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Drs. Rasio Ridho Sani M.Com MPM. Kemudian ada Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), yang diwakili oleh Deri Ridhanif. 

Tak hanya dari pemerintah, dari pihak yang berkecimpung di dunia kelapa sawit hadir diantaranya Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat Ir. Joko Supriono, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) H. Anizar Simanjuntak. Pakar Teknologi Ramah Lingkungan, Jeffry Adiyanto Kusumohadi. Sedangkan dari praktisi Perusahaan asal Indonesia yakni dari PT Smart Tbk, Sinarmas, Toni Liwang dan tentunya dari Tuan Rumah Faperta UR ada Dr. Ir. Wawan MP dan Ketua GAPKI Riau, Saut Sihombing.

Pemakalah dari Negara Jiran yaitu Dari Malaysia pakar Gambut Xaviar Arulando, Besteel BHD yang diwakili Mr.Quah Ban Lee. Bay dan dari Singapura Pakar Industri Jhon Chow, Ph.Da.

Apkasindo-Aspekpir-SAMADE Teken MoU

Sebagai wujud Partneshsip antara Perguruan tinggi dengan Pihak pekebun sawit, diadakan Nota MoU dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, Aspek PIR, dan SAMADE.

Titik fokus dari MoU ini adalah koloborasi lembaga Perguruan Tinggi dan Apkasindo untuk saling memberi dukungan, khususnya peningkatan SDM Petani Sawit dan Pendampingan Petani dalam penyelesaian permasalahan sektor kelapa sawit, khususnya dari aspek kajian ilmiah sosial agribisnis.

Ir. Gulat ME Manurung, MP sebagai Ketua Apkasindo Riau menyampaikan bahwa Riau dengan 31% luas sawit di Indonesia sudah seharusnya menjadi Tuan Rumah untuk Sawit Indonesia, terasa miris jika pada hari ini tidak sama sekali ada Perguruan Tinggi di Riau yang mengkhususkan Fakuktas atau Jurusan Sawit, padahal Presiden sudah berulangkali menyampaikan bahwa kekhususan suatu Fakultas harus ada, seperti Fakultas Pertanian Jurusan Kopi. 

"Jangan nanti masa kejayaan sawit sudah pada puncaknya baru sibuk mendirikan Fakultas Kelapa Sawit. Saya yakin 412 Perusahaan Kelapa Sawit di Riau siap membantu dari segi Dana, Kebun Praktek dan Laboratorium jika ada Fakultas khusus Kelapa Sawit, apalagi dengan adanya BPDP KS pasti akan sangat mendukung," ujar Gulat lebih rinci.

Pada pemaparan APKASINDO yang disampaikan oleh Wasekjend DPP Apkasindo, Rino Afrino, ST.MM, bahwa Fokus Apkasindo adalah Aspek Agronomis, Penguatan Kelembagaan dan Advokasi Petani Sawit. Untuk aspek Agronomis dan Kelembagaan bahwa Apkasindo telah menuntaskannya terbukti dengan meningkatnya Produktivitas Sawit Petani Swadaya dan semakin kuatnya kelembagaan Petani Apkasindo dijajaran Nasional dan Internasional. 

"Fokus Apkasindo pada 3 tahun terakhir adalah memperjuangkan Kebun-Kebun Petani Swadaya yang masih terjebak dalam kawasan hutan, dari 1,2jt Ha Kebun Petani Sawit di Riau, 76% terjebak dalam kawasan Hutan, ini persoalan serius, meski baru bulan September lalu dikeluarkan regulasi sektor kehutanan tentang penyelesaian permasalahan ini seperti Inpres No 8 dan PP No 86 2018, namun Pemerintah sudah memberikan solusi atas permasalahan serius kawasan hutan ini, sudah banyak makan korban, petani sawit dikejar-kejar aparat kehutanan dan aparat hukum, perlu dicatat bahwa 85% status kawasan di Riau masih pada level Penunjukan, belum Final Penetapan, untuk itu Stop dulu Penindakan Hukum, berikan ruang dan waktu kepada Petani Sawit yang terlanjur dalam kawasan untuk melegalkannya melalui Regulasi yang ada, mohon dibantu NGO-NGO Pemerhati Lingkungan, 3 tahun ruang dan waktu telah diberikan Negara untuk pengurusan dan legalitas usahatani kelapa sawit, menurut saya cukup waktu untuk itu," urai Rino Putra Tapung Kampar ini lebih tegas.*(H-we)

Sumber :
Riau Terkini